Long Journey

Review Suka-suka Mifi BOLT Aquila Max

Posted in Review by Adam on May 14, 2017

Setelah hampir 2 tahun gue mengandalkan modem USB BOLT generasi pertama sebagai sarana berinternet, akhirnya 2 hari lalu gue memutuskan untuk membeli mifi. Bukan karena rusak, tapi lantaran port USB laptop gue bermasalah. Pembelian perangkat ini juga sebenernya suatu kesalahan sih. Jadi gue pikir, nih produk merknya Huawei. Taunya pas gue periksain (dan sialnya udah gue tebus), ga ada judulnya. Cuma ada tulisan produksi PT Panggung Electric Citrabuana. Pantesan aja gue ngerasa murah amat Huawei harganya segitu. FYI, BOLT Aquila Max ini harganya Rp 349.000 di BOLT ZONE Bogor. Ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Akhirnya gue bawa pulang aja.

Untuk spesifikasi, ini gue copy paste dari situs BOLT nya langsung :

Maximum Power

Up to 12 hours of working time

4G LTE

Download up to 110 Mbps with BOLT 4G Ultra LTE

Sharing up to 8 Users

Wifi 802.11 b/g/n 2.4 Ghz

Multiple devices (PC/Laptop/Tablet/Smartphone/Smart TV)

Battery

Capacity 3000 mAH

Bigger LCD Screen

Colorful Information display 1.44 inch

INTELLIGENT SCREEN

Check Battery Status

Check Internet Quota

Display BOLT Number & WiFi Passwod

Yep, perbedaannya sama BOLT Aquila Slim yang lebih awal keluar adalah cuma di kapasitas baterai doang, itulah mengapa namanya diembel-embeli MAX. Kalo Aquila Slim punya 1700 mAh, yang MAX ini 3000 mAh. Hampir 2 kali lipat. Kalo menurut review-review tentang Aquila Slim, memang hampir semuanya mengeluhkan kapasitas baterainya yang kecil. Sisanya ngga ada beda. Okelah, mari langsung review aja ya.

IMG_20170514_181312[1]

Kelengkapan. Mifi, kepala charger, kabel data, kartu garansi, panduan singkat (2 buah) dan kartu BOLT dengan bonus 32 GB (10 GB bonus aktivasi, 10 GB streaming, 12 GB bonus selama 1 tahun alias 1 GB per bulan dari tiap isi kuota)

IMG_20170514_181505[1]

Depan. Layar 1,44 inch. Bahannya plastik glossy gampang tergores dan agak norak menurut gue. Tombol power ada di atas, tiap ditekan menampilkan berbagai informasi pada display. Ada layar utama yang menampilkan bar sinyal, baterai, nomor, dan jam. Lalu klik power ada informasi nama network dan wifi key kita, klik lagi ada info sisa kuota, klik lagi ada info kekuatan sinyal dalam satuan dBm dan nomor IMEI. Buat idupin atau matiin, tahan tombol power agak lama.

IMG_20170514_181529[1]

Bawah. Port charger, tombol WPS (yang mana gue ga paham arti dan kegunaannya walaupun udah googling beberapa kali), sama tombol reset.

IMG_20170514_181607[1]

Belakang. Bahannya beda sama depannya, yang ini dari plastik agak kesat. Cara bukanya gampang. Ada baterai sebesar 3000 mAh.

Speedtest

Speedtest. Ini hasil pengukurannya. Termasuk lemot memang. Di tempat gue susah sinyal apapun kecuali XL. Entah apakah hujan juga berpengaruh atau tidak, karena gue ngetsnya pas hujan.

Nperf

Nperf. Kalo ini hasil Nperf. Sama buat ngetes kecepatan juga.

Terakhir, kita sampai pada rangkuman dan kesimpulannya.

Kelebihannya :

  • Sanggup nyala selama 10 jam sehari dari keadaan baterai penuh ampe 1 bar. Ya sesuai namanya yang pake MAX.
  • Bentuknya cukup ringkas jadi enak dibawa kemana-mana tanpa perlu powerbank.
  • Relatif terjangkau harganya
  • Tangkapan sinyal relatif bagus, selama berinternet dan download ga pernah putus-putus walopun sinyal yang didapat cuma 1-2 bar, ga pernah penuh.

Kekurangannya :

  • Bahan glossynya gue ga suka. Gampang kegores.
  • Merk lokal yang gue belom tahu kehandalannya. Memang perusahaan ini ada afiliasi dengan merk Akari dan pernah kerjasama perakitan dengan Huawei, tapi gue tetep aja agak gimana gitu.
  • Display sisa kuota ternyata ngga menampilkan yang sebenarnya. Itu kuota gue tetep aja ditampilin dengan angka 20GB padahal udah gue pake sekian giga. Memang lebih baik pake aplikasi MyBOLT buat mantau sisa kuotanya.
  • Cuma bisa berbagi ke 8 perangkat. Dibandingkan mifi punya Smartfren yang bisa berbagi sampe 32 perangkat, jelas kalah jauh walaupun sebenernya buat gue pribadi ga terlalu penting juga sih masalah ini.
  • Locked cuma buat BOLT.

Kesimpulan selama 2 hari ini sih gue cukup puas. Streaming ga buffering, download pake IDM 800an Kb s/d 2 MBps. Segitu gue berbagi sama HP orangtua. Sementara kekurangan-kekurangan yang mungkin lebih ke arah subyektif, masih bisa diterima lah. Oke segitu aja yang bisa gue tulis. Akhir kata, terima kasih yang udah menyempatkan membaca dan semoga review ini berguna yes.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: