Long Journey

Cinlok Part III

Posted in Gue dan Dia by Adam Rinaldi on May 20, 2010

…..

Tapi, aku sadar ini salah.

Ketika kutahu akan semua kenyataan yang ada, aku hanya bisa ngejalanin hari-hari itu dengan kemunafikan.

Aku  cuma bisa pendam tuh rasa, kubiarkan menggenang, hingga akhirnya dia meluap lewat lirik absurd dan nada sederhana.

Sebuah lagu tentang sesuatu yang selalu mengingatkan aku sama kamu.

Lagu yang membuat aliran kenanganku bermuara pada dirimu.

Yang mungkin hanya akan aku ketawain di masa depan, sebagai cerita lalu yang konyol.

Cerita cinta lokasi.

 

Aku baca lagi tulisan itu. Tulisan tentang cinlok kepada kamu, 7 bulan yang lalu. Siapa sangka ending dari tulisan geblek tersebut malah lain dari apa yang aku bayangin. Dalam 7 bulan, semua berubah. Ngga terbayangkan kalo akhirnya sekarang kamu ada di sini, di samping aku. Segala macem halangan, naek turunnya perasaan yang ada, ternyata mengantarkan aku untuk deket sama kamu.

Hanya kita yang tau cerita itu, neng. Biarin aja orang mau bilang apa. Aku ga peduli dengan segala macem predikat buruk yang bakal mereka sematkan buat aku. Perjuangan aku buat ngedapetin kamu emang harus dibayar mahal dengan beberapa konsekuensi yang ada. Namun itu semua sanggup aku telen. Aku laki-laki. Kodratku pengejar, dan wanita yang menentukan.

Keinget lagi kesabaran kamu dalam ngadepin keegoisanku, kekuatan mental kamu dalam ngadepin keras kepalanya aku. Air mata, keluhan, sampai marahnya kamu akhirnya menjadi bumbu lain dalam usaha kita ngejaga ini. Dan kembali lagi sifat kekanakanku telah membuat kamu makan ati, namun kamu tetep tabah nerima itu. Ya, aku ngerasa sangat beruntung bisa sama kamu yang mampu bertahan dalam keadaan kayak gitu.

Aku inget, 5 hari tanpa kamu. Dimana waktu itu bulan lagi bagus-bagusnya. Kita sempet ngomongin itu bareng. Tapi aku ga bisa nikmatin si bulan tersebut sama kamu. Dan tuh bulan dengan angkuhnya seakan-akan ngejek kesendirianku, dan bilang ” Kasiaaann deh lo” Hehehe.. Sial. Tapi kalo ngga gitu, aku ga akan bisa ngehargain pentingnya kamu. Emang kerasa banget aku keilangan kamu, kangen kamu, ketika kita pisah gitu.

Saat ini, aku udah menenggelamkan perasaan aku buat kamu. Nancep. Mentok. Nyusruk. Apapun itu namanya. Kamu yang dulu aku mimpiin, yang dulu kupikir ga akan bisa aku luluhin, yang telah membuatku keilangan harapan dengan kenyataan yang ada, kali ini ada di sampingku. Sebuah mimpi yang jadi kenyataan. Yang aku raih lewat usaha keras, kenekatan, dan hampir ngga mungkin. Sekarang aku cuma bisa berharap kita mampu ngejaga ini semua, neng. Ngejaga sebuah hubungan yang diawali oleh pandangan pertama dan cinta lokasi. Sebuah cerita yang konyol, namun kali ini aku tertawa bukan untuk menertawakan kekonyolan itu lagi. Aku akan tertawa bahagia. Iya, bahagia. Bahagia bersama kamu.

10-05-10

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. gyacantik said, on May 20, 2010 at 23:58

    yeah yeah yeah. another cinlok. hepi ending lu ye. gw ikut senang deh. tapi gw akan lebih senang lagi kalo ada peristiwa #teknikberdarah hahahahahaha


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: