Long Journey

Mahalnya Sebuah Keputusan

Posted in Pemikiran Ga Jelas, Sekolah dan Kuliah by Adam Rinaldi on January 17, 2010

Gue tau, dalam hidup kita harus memilih. Semua jalan ditentukan oleh pilihan kita. Berat. Gue sebenernya paling ga suka kalo dihadapkan sama itu. Di mana gue harus berpikir, menimbang, dan memutuskannya. Bahkan seringkali terjadi waktu yang diberikan sangat sempit, sehingga ga jarang juga gue harus mengambil keputusan dengan gegabah. Betul, gue emang pemikir. Namun bukan berarti buah dari pikiran gue selalu benar. Banyak hal yang terkadang merugikan gue pada akhirnya. Kasarnya sih, salah mengambil keputusan. Ga tau kenapa, ketika gue berpikir lama, keputusan gue salah. Bahkan pas menimbang dengan cepat pun, hasil akhir yang diambil kurang memuaskan. Entah guenya yang kurang bersyukur, atau emang gue ga nemuin hikmah dibalik itu semua.

Berkali-kali gue ngerasa salah mengambil keputusan. Konsekuensinya pun ga jarang begitu besar. Mengenai masa depan gue. Mengenai akademik. Entah apa yang ada di pikiran gue ketika gue memilih untuk mengambil kuliah di jurusan gue sekarang. Di universitas ini. Gue waktu itu bertindak dengan sangat gegabah. Ga berpikir bahwa ke depannya bakal gimana. Begitu pula ketika gue 2 kali gagal kerja praktek. Keputusan mengundurkan diri yang gue ambil pada lamaran yang pertama, ternyata berakibat fatal. Disamping mengecewakan temen, gue hampir membuat malu nama kampus. Konsekuensi yang harus gue terima pun cukup berat. Dengan meminjam istilah gambling, gue mulai ngelamar ke tempat laen. Perjuangan gue buat ngurus lamaran yang kedua itu pun cukup ga enak. Bolak balik cuma gara-gara salah letak buat tanda tangan dosen, ujan-ujanan, nungguin tu dosen ampe berjam-jam, ampe ngecewain temen gue yang menjadi partner waktu lamaran yang pertama. Tapi gue ambil resiko itu. Dan sekarang, gue ga keterima dengan alasan telat ngajuin lamarannya. Yeah. Konsekuensi yang paitnya harus gue telen sendiri. Akibat keputusan gue.

Karena itu gue paling ga suka memilih. Sering banget keputusan yang gue ambil tuh salah. Cuma, gue mikir positipnya aja. Mungkin ini emang jalan terbaik. Gue harus belajar terus dari semua pengalaman ini. Supaya gue bisa semakin terasah dalam berpikir, menimbang, dan memilih. Juga yang terpenting, agar gue bisa lebih menghargai. Menghargai mahalnya sebuah keputusan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: